tetes peluh, tetes darah sematkan janji pada langkah tertancap jauh sesalkan cara air mata yang teralir hadirkan mimpi yang kelam janji yang terucap tak mampu tenangkan lara pun ciptakan damai nanti, ketika regam jari tak lagi kosong lihatlah hadir ku bergerombong sunggingkan senyum nyalakan lorong lorong
SENGKETA DUKA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menangislah bangsaku
Lepaskan amarahmu
Ketika pejabat kita tengah lalai pada harta
Jerit kita tak ada yang mendengar
Mereka lalai dengan kursinya
Maka, tampar mereka dengan deritamu
Bakar mereka dengan dompet kosongmu
Lalu, ketika mereka datang padamu
Membawa suka cita semu
Berbungkus janji penuh harap
Padahal topeng
Penutup wajah busuk mereka
Maka, tampar mereka dengan panci kosongmu
Bakar mereka dengan serapahmu
Dan ketika mereka menebar simpati
Bertanya keluh kesahmu
Maka, tikam mereka dengan tombak kepicikan mereka
Bangsaku,
Kita masih harus terus menangis
Hingga nanti, ketika moral kita
Tak hanya sebatas kurikulum buta
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
NODA JIWA, NODA KELAK
ia telah tercemar, terpapar udara picik sekitar ia tak lagi suci, kemurniannya nisbi tak ada lagi yang putih jiwa itu telah ternoda, oleh suara-suara bernada dusta jiwa itu telah kotor, terendam dalam angan-angan diktator tak ada lagi yang terpancar sampai kapan, kita membiarkan kebiasaan buruk kita meracuni masa depan mereka?
LANGKAH (2)
ku telah menapak, tanah asing yang kini udaranya ku hela akan menjadi bekal kelak kian hati mendongak, bongkah rindu kian membuncah tak ingin terlelap ku pada gemerlap hingga lupa dan salah melangkah jerat-jerat, menjadi bingkai pagari langkah agar tetap tertuntun buta, menjaga agar tegak tak gamang dihadap goda
Komentar